Minggu, 15 Maret 2015

Pengaruh Dongeng dalam Pendidikan Karakter Remaja



Dongeng adalah satu karya lisan yang berisi cerita cerita menarik. Dongeng juga merupakan cerita yang tidak benar benar terjadi di kehidupan nyata atau fiksi. Banyak dongeng yang berlatarkan zaman dahulu, walaupun kadang hal tersebut tidak mungkin terjadi seperti fabel. Fabel adalah dongeng yang bertokohkan hewan. Sehingga bukan hal yang mungkin hewan bisa berbicara layaknya manusia. Biasanya cerita dalam dongeng bertema petualangan, persahabatan, dan budi pekerti. Dalam dongeng menceritakan tentang kebaikan yang melawan kejahatan dan kebaikan pasti menang. Sehingga seluruh dongeng mengajarkan hal hal positif yang patut di contoh. Dari cerita tersebut bisa kita ambil hikmahnya dan kita terapkan dalam kehidupan sehari hari.


Walaupun begitu, kita sebagai remaja zaman sekarang banyak yang tidak mau membaca cerita cerita dongeng dengan berbagai jenis alasan. Mulai dari dongeng yang katanya kuno dan ketinggalan zaman sampai dongeng yang katanya juga hanya untuk anak kecil saja. Dongeng juga dianggap membosankan dan hanya fiksi saja. Padahal kita sering membaca novel yang terkadang fiksi juga, dan tidak semua novel mengajarkan hal hal yang positif. Sebenarnya banyak cerita dongeng yang mengisahkan permasalahan yang sama dengan yang sering dialami oleh remaja. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menyukai cerita cerita dongeng.


Di berbagai sekolah, hampir semuanya memiliki fasilitas perpustakaan. Biasanya di perpustakaan disediakan banyak sekali buku buku bacaan yang bisa dijadikan pendukung dalam belajar mengajar. Diantaranya buku pelajaran, ensiklopedi, dan buku cerita. Tapi jarang sekali siswa yang datang ke perpustakaan untuk sekedar membaca atau meminjam buku. Kalaupun ada, kebanyakan karena ada tugas dari guru atau mengerjakan tugas bersama. Padahal buku adalah jendela ilmu. Di perpustakaan, banyak sekali buku cerita yang berisi dongeng, namun kita bahkan jarang sekali mau meminjam buku buku tersebut karena gengsi atau pun malas membaca.


Dengan dongeng, sebenarnya kita dapat membangun karakter yang baik. Karena dalam dongeng yang berisi hal hal positif tersebut dapat kita contohkan dalam kehidupan sehari hari. Dengan begitu karakter baik akan terbangun dalam diri kita. Seperti bersikap jujur, rendah hati, kerja keras, berani dan lain lain. Karena dongeng memang ditujukan untuk membangun karakter pembacanya agar seperti yang dimaksudkan cerita tersebut. Dengan karakter tersebut kita bisa menumukan siapa kita sebenarnya

Diet Syar'i Ala Rasulullah saw.



Banyak remaja zaman sekarang khususnya perempuan, malu dengan berat badannya. Sehingga berbagai cara yang mereka lakukan untuk mengecilkan badannya. Mulai sering berolahraga, mengurangi porsi makanan hingga puasa yang diniatkan untuk diet. Banyak juga yang sampai tidak sarapan. sehingga
Jika menela’ah kehidupan Rasulullah SAW, beliau jarang sekali sakit. Pola hidupnya sangatlah sehat. Dari mulai pola makan, istirahat, berolahraga dan sebagainya. Dan mungkin saja bisa dibuat metoda Diet syar’i yang mengikuti pola beliau.

Tentu perlu kajian lebih lanjut dikarenakan makanan-makanan yang berbeda jenisnya dengan makanan kita. Namun ada baiknya kita simak bagaimana islam menuntun umatnya, sebagaimana Alloh swt berfirman; “Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, karena syaitan musuh yang nyata bagimu.” (QS Al Baqarah, 2 : 168).

Sesungguhnya pangkal penyakit kebanyakan bersumber dari makanan. Maka tak heran bila Rasulullah memberi perhatian besar dalam masalah ini. Prinsip pertama makanan dan minuman harus halal dan thoyib (baik).

Maksudnya selain masuk kategori halal, maka makanan dan minuman kaum muslimin juga harus bersih dan mengandung kandungan gizi yang cukup. Juga menghindari dari pola makan yang berlebihan. Sebagaimana ayat ; Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al A’raf, 7 : 31).

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang manusia memenuhi satu wadah yang lebih berbahaya dibandingkan perutnya sendiri. Sebenarnya seorang manusia itu cukup dengan beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang punggungnya. Namun jika tidak ada pilihan lain, maka hendaknya sepertiga perut itu untuk makanan, sepertiga yang lain untuk minuman dan sepertiga terakhir untuk nafas.” (HR. Ibnu Majah no. 3349 dan dinilai shahih oleh Al Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah no. 2720).

Al Fudhail bin Iyyadh mengatakan, “Ada dua hal yang menyebabkan hati menjadi beku dan keras yaitu banyak berbicara dan banyak makan.”“Orang beriman itu makan dengan menggunakan satu lambung sedangkan orang yang kafir makan dengan menggunakan tujuh lambung.” (HR. Bukhari no. 5393, dan Muslim no. 2060).

Mengkonsumsi makanan berlebih selain menyebabkan berbagai macam penyakit juga memotivasi keinginan terhadap dunia yang berlebih. Menurut kajian tasawuf sumber malapetaka yang menimpa manusia itu disebabkan oleh kerakusan terhadap dunia, yang memotivasinya adalah perut dan alat kelamin.

Syahwat kelamin berkaitan dengan perut yang kekenyangan, sedang lapar adalah satu sarana menutup pintu kebinasaan. Ilmu tidak akan masuk kedalam perut yang terisi penuh makanan, banyak makan, banyak minum dan banyak tidur.

Nabi selalu mengambil makanan yang terdekat, memberikan keteladanan kepada orang yang beriman agar tidak diperkenankan “rakus” dan serakah dalam soal makanan.

Rasul lebih sering makan Nabati meski juga memakan daging tapi sesekali saja dan tidak banyak. Daging yang disukai nabi adalah daging yang mudah dicerna yaitu daging bagian lengan. Makanan favorit Rasul adalah labu.

Dari Anas bin Malik mengisahkan, “Seorang tukang jahit mengundang Rasulullah SAW untuk menikmati hidangan makan yang disajikannya. Maka aku mendatangi undangan makan itu bersama Rasulullah. Dia pun menghidangkan di hadapan Rasulullah roti gandum serta kuah berisi labu dan daging. Lalu aku melihat Rasulullah menjumputi labu dari pinggiran pinggan. Maka sejak hari itu aku selalu menyukai labu.”(HR Bukhari).

Berikut secara ringkas pola sehat kebiasaan Rasulullah SAW. Beliau bangun di sepertiga malam sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Rasulullah SAW juga biasa bersiwak.

Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah SAW, bahwa beliau bersabda "Seandainya tidak memberatkan ummatku, maka sungguh aku sudah memerintahkan mereka Untuk bersiwak (sikat gigi) setiap kali berwudlu" (HR.Malik, Ahmad, dan Nasai dan dinilai Shohih oleh Ibnu Khuzaimah).

Menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan madu. Tujuh butir kurma ajwa (matang) menjadi kebiasaan Rasulullah saw Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, diriwayatkan hadits dari Sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi SAW, bahwa beliau pernah bersabda.“Artinya : Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”.

Hal ini terbukti ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang Khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Sementara itu Bisyir ibnu Al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah saw selamat dari racun tersebut.

Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah Khol (cuka) adalah sejenis cairan. Jika kurma dimasukkan ke dalamnya, cairan tersebut akan terasa manis sehingga bisa diminum,dan minyak zaitun dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti gandum. Manfaatnya banyak sekali, di antara mencegah lemah tulang, kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.

Di malam hari, menu utama makan malam adalah sayur- sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Sayyidina Umar ra, berkata : Jangan kau jadikan perutmu sebagai binatang ternak. Maka makanan Komposisi terbaik adalah : 10 % Hewani, 60 % biji-bijian, 30 % Sayuran dan buah.

Nabi makan dari berbagai makanan karena sesungguhnya bila makanan yang satu panas akan dipadamkan oleh makanan lain yang dingin. Sebagaimana hadist dari Abdullah bin Ja’far ra, ia menceritakan, bahwasanya ia melihat Rasulullah SAW menyantap kurma dengan mentimun. (HR. Bukhari dan Muslim)

Setelah makan malam Rasulullah tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas seperti sholat terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Nabi bersabda: “Hancurkan makanmu dengan dzikir dan shalat serta Janganlah tidur setelah makan maka hatimu menjadi keras.” (HR. Ibnu Sunni, Thabrani dan Baihaqi).

Dengan pola seperti itu belum lagi ditambah, pengelolaan hati yang sempurna seperti tidak mudah marah, tidak terganggu stress, selalu berbaik sangka, selalu menjaga kebersihan badan dan lingkungan, jika sakit minum obat-obatan herbal, seperti habbats, madu, juz kurma, dan banyak lagi faktor yang membuat Rasulullah SAW mengajarkan kita bahwa pola hidup sehat adalah pola hidup islami.

Karenanya diet syar’i menjadi salah satu persyaratan dari sekian banyak persyaratan agar menjadi sehat yang terintegrasi. Bukan hanya jasadnya saja tetapi juga sekaligus sehat secara ruhiyah. Semoga duo kembar Hilda dan Hilma, juga kita semua dapat mengambil hikmah diet syar’i ‘ala sunnah ini. Insya Allah.

Tradisi Islam di Nusantara



Dalam tema kesenian ini, kita akan membahas tentang tradisi Islam di Nusantara. Apa sih tradisi Islam itu? Tradisi adalah adat kebiasaan turun menurun yang masih dijalankan dalam suatu masyarakat. Hal inilah yang membuat proses dakwah Islam pada saat itu tidak terlepas dengan adat istiadat yang berlaku di masyarakat, karena adat istiadat tersebut sudah mendarah daging pada masyarakat Nusantara. Dalam hal ini dapatkita paami bahwa tradisi Islam di Nusantara merupakan hasil akulturasi antar ajaran Islam dan adat istiadat yang ada di nusantara.
Tradisi Islam di Nusantara merupakan metode dakwah yang dlakukan para ulama waktu itu. Mereka tidak menghapus secara total adat istiadat yang ada, melainkan mereka memasukkan ajaran ajaran islam ke dalam adat istiadat tersebut. Sehingga masyarakat tidak merasa kehilangan adat istiadatnya dan ajaran Islam dapat dengan mudah diterima. Dengan demikian, tradisi Islam di Nusantara bukanlah ajaran Islam yang harus diamalkan tetapi merupakan metode dakwah agar Islam dengan mudah berkembang di Nusantara.
1.    Contoh seni budaya Islam Nusantara
a.       Wayang
Wayang merupakan hasil karya seorang wali, yaitu Sunan Kalijaga, yang mana wayang mengandung nilai filosofis, religius, dan pendididkan. Karena pada masa itu masyarakat Jawa senang dengan berbagai pertunjukan wayang.
b.      Qasidah
Qasidah adalah puisi yang terdiri dari 14 bait lebih, yang merupakan jeis suara yang bernafaskan Islam karena berisikan unsur-unsur dakwah Islam. Lagu-lagu qasidah biasanya dibawakan dengan irama gembira dan diiringi rebana. Pada awalnya rebana adalah instrumen yang mengiringi lagu-lagu keagamaan, seperti puji-pujian terhadap Allah, shalawat kepada Nabi saw atau syair syair Arab.
c.       Hadrah
Hadrah adalah salah suatu kesenian dalam bentuk seni tari dan nyanyian-nyanyian yang bernafaskan Islam. Lagu-lagu yang digunakan berisikan ajaran Islam dengan menggunakan rebana dan genjring dalam acara khitanan dan pernikahan.
d.      Sekaten
Sekaten adalah perayaan maulid Nabi Muhammad saw. yang diadakan di Yogyakarta dan di Surakarta. Kata Sekaten berasal dari kata Syahadatain.
e.      Adat Melayu (Riau)
·      Anak yang baru lahir jika perempuan setelah diiqomahkan, lidahnya ditetesi madu dengan menggunakan kain yang maksudnya agar anak tersebut memiliki kata-kata semanis madu.
·      Diadakan aqiqah sesuai ajaran Islam, dan dilakukan pemotongan rambut sekaligus diberi nama.
·      Ketika bayi berusia 3 bulan diadakan upacara mengayun budak. Bagi bayi perempuan telinganya ditindik untuk dipasang perhiasan
·      Pada usia 6 bulan diadakan upacara mudun lemah yaitu ketika bayi menjejakkan kakinya pertama kali di tanah.
·      Pada usia 7 tahun orang tua mengantarkan ke guru mengaji untuk belajar Al Qur’an, bersila dan menari zapin.
·      Khitanan (bersunat) jika sudah khatam ngajinya dengan diadakan pesta perayaan yang dimeriahkan dengan kesenian gazal dan langgam.

f.        Adat Minang
Anak laki-laki yang akil baligh harus segera dikhitan dan belajar mengaji. Adapun anak perempuan yang masuk usia dewasa diadakan upacara menata konde terutama ketika pertama kali mendapati haid.
g.       Adat Bugis
Di Bugis ada jenis tarian adat yang disebut tari pergaulan yang dimainkan secara berkelompok baik laki-laki maupun perempuan saja. Tari pergaulan ini disajikan dalam berbagai upacara seperti pernikahan, khitanan atau hajatan lainnya yang bertujuan memeriahkan jalannya upacara.
h.      Adat Madura
·      Sandur yang berarti nyanyian ritual, meniru suara gamelan dengan mulut dan tata cara bersenandung menghibur diri
·      Slabadan yang berarti teater komedi di Bangkalan, tema cerita diangkat berkisar tentang konflik rumah tangga yang dipresentasikan dengan kesahajaan, blak-blakan, lugas, dan komedi